Tentang Andhika
Aku membangun banyak hal, main game, mengeksplorasi teknologi yang praktis, dan mengikuti ide-ide buat lihat mereka bermuara ke mana.

Siapa Aku
Aku Andhika Febri, dan Garulangit adalah sudut internet milikku. Ini buku catatan kerja, arsip eksperimen personal, dan tempat khusus buat hal-hal yang lagi bikin aku penasaran.
Aku nggak percaya sama potret diri yang dipoles ala korporat. Kerjaku nggak digerakkan oleh buzzword atau mantra Silicon Valley, tapi oleh dorongan yang tenang dan persisten untuk bikin hal yang beneran jalan dan memahami sistem yang kutemui sehari-hari. Entah itu aplikasi web yang merapikan serah terima aset, alur cerita emergent di RPG open-world, workflow agentic di perkakas AI, atau aturan worldbuilding sebuah novella spekulatif — aku paling senang waktu lagi mengurai bagaimana kepingan-kepingannya saling terhubung.
Membangun Perkakas Software
Ketertarikanku pada software datang dari masalah yang praktis. Aku senang mengambil workflow sehari-hari yang terasa kikuk, manual, atau terpencar — misalnya melacak sewa peralatan atau mencatat timestamp operasional — lalu menyulingnya jadi perkakas yang bersih dan intuitif, yang beneran bisa dipakai orang.
Eksperimenku di bawah payung FIMO (seperti FIMO Rent) lahir dari pola pikir ini. Aku nggak membangun software buat memoles resume dengan framework yang lagi tren; aku membangun untuk menyelesaikan titik friksi yang nyata, menguji konsep antarmuka, dan belajar lewat implementasi langsung — di titik itulah ide-ide teoretis biasanya retak.
Game, Sistem, dan Cerita
Video game buatku selalu lebih dari sekadar hiburan. Aku melihatnya sebagai ruang interaktif tempat mekanik dan penceritaan bertemu. Aku terpesona oleh konsekuensi naratif — bagaimana pilihan percakapan yang tenang di The Witcher 3 bisa mengubah nasib seorang companion lima puluh jam kemudian, atau bagaimana lingkungan open-world seperti Crimson Desert menyeimbangkan kebebasan pemain dengan koherensi struktural.
Di saat yang sama, aku menolak obsesi kultur gaming modern terhadap checklist, metrik completion 100%, dan optimasi berpandu walkthrough. Buatku, momen-momen yang berkesan di game datang dari membuat pilihan yang dipertanyakan, menyimpang dari jalur yang ditandai, melewatkan sidequest opsional, dan membiarkan perjalanan tetap jadi milik pribadi.
Teknologi dan AI yang Praktis
Aku mengeksplorasi kecerdasan buatan lewat lensa utilitas yang nyata, bukan hype. Pertanyaan yang menarik dari language model dan perkakas developer modern bukanlah "bisakah mesin berpikir?", melainkan "bagaimana perkakas ini pas dengan workflow harian yang nyata?"
Aku meluangkan waktu menyelidiki bagaimana LLM, coding assistant, dan software agent yang otonom bisa menangani pekerjaan administratif yang repetitif, merapikan riset yang tidak terstruktur, dan mempercepat tugas engineering secara andal. Aku menghargai verifikasi, batasan yang masuk akal, dan integrasi sistem jauh lebih tinggi daripada demo marketing yang wah.
Fiksi dan Afterlight
Menulis adalah pasangan dari kerja teknisku. Saat tidak menulis kode atau esai, aku menulis fiksi. Proyek kreatif utamaku adalah Afterlight, sebuah novella tahap awal berlatar dunia pasca-apokaliptik.
Alih-alih mengikuti trope grimdark yang muram dan abu-abu, Afterlight mengejar arah visual "colorful dark" — dunia di mana reruntuhan peradaban diterangi bioluminesensi yang vivid, cahaya atmosfer yang aneh, dan kultur-kultur yang retak menemukan cara tak terduga untuk bertahan. Ini proyek yang lambat dan sangat visual, yang terus kubentuk seiring gambar dan adegan baru menjadi jelas di kepalaku.
Kenapa Garulangit Ada
Garulangit kira-kira berarti "menggaruk langit" — idiom Indonesia yang membangkitkan citra striving, keingintahuan, dan menengadah ke atas. Website ini ada sebagai catatan permanen yang tenang dari penjelajahan itu. Dibangun tanpa feed algoritmik, pelacakan metrik, atau polesan yang performatif.
Terima kasih sudah mampir. Kalau mau ngobrol soal proyek software, berbagi pemikiran soal game, atau bertukar ide, silakan hubungi langsung lewat tautan di bawah.